من الظلمت الى النور

                          
Lemah lembut
Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka akan lari dari kelilingmu.

Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan soal-soal keduniaan) itu. Kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat untuk membuat sesuatu) maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya. (Surah Ali Imran , ayat 159)

Bersikap keras terhadap org kafir dan berkasih syg sesame mereka.( Al Fath:29)

“Orang yang dijauhkan dari sifat lemah lembut, maka ia dijauhkan dari kebaikan.”
(HR.Muslim)

Daripada Abu Dzar ra: Nabi SAW pernah bersabda:
Jangan sekali-kali engkau meremehkan sesuatu kebaikan , meskipun sekadar berjumpa dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.
(Riwayat Muslim)

Nabi SAW bersabda kpd Aisyah rha:
Sesungguhnya Allah SWT menyukai kelembutan dlm semua hal.
(Riwayat Bukhari)

Nabi SAW bersabda:
Sesungguhnya Allah SWT Maha Lembut dan Dia mencintai kelembutan. Dia memberikan kpd kelembutan apa yg tidak diberikan kpd kekerasan dan sesuatu yg dia tidak berikan kpd yg lainnya. (Riwayat Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
"Sesiapa yang dikurniakan sifat lemah lembut nescaya ia akan memperolehi kebaikan dalam semua hal."(Riwayat Muslim)
“Sesungguhnya sifat lemah lembut tidaklah berada pada sesuatu kecuali akan membuat indah sesuatu tersebut dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari sesuatu kecuali akan membuat sesuatu tersebut menjadi buruk.”
(HR. Muslim)

Abdullah bin Mas’ud ra meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
Diharamkan neraka ke atas setiap org yg ringan, lembut, mudah dan dekat dgn manusia.
(Riwayat Ahmad, Hadith Hasan)

Daripada Jarir bin Abdullah ra: Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yg tidak menyayangi manusia tidak akan disayangi oleh Allah SWT”.      
(Riwayat Bukhari)
Dalam riwayat lain, disambung dgn “ Dan barangsiapa yg tidak memaafkan org lain, ia tidak dimaafkan Allah SWT”.

Daripada Abdullah bin Amru al Ash ra: Rasulullah SAW bersabda:
Orang2 yg penyayang akan disayangi yg Maha Penyayang, sayangilah penduduk bumi, nescaya kamu disayangi penduduk langit.
( Riwayat Abu Daud, Tirmizi. Hadith Hasan Sahih)

Daripada Anas bin Malik ra: Daripada Rasululah SAW:
Bukan termasuk kami org yg tidak menyayangi yg kecil dan tidak menghormati yg besar.        
( Riwayat Tirmizi. Hadith Hasan Gharib)

Bahagialah org yg rendah hati bkn kerana lemah,org yg merendah diri bkn kerana suatu permintaan,org yg menginfakkan harta yg diperoleh secara halal, org yg berkasih syg kpd kaum miskin dan faqir, dan org yg bergaul dgn para ulama’ dan hukama’.                  
(Riwayat at-Tabrani)

Daripada Abu Hurairah ra: Rasulullah SAW bersabda: Rasa kasih syg tidak akan dicabut melainkan drpd org yg jahat.
( Riwayat Abu Daud)

“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia”
(HR. Al Hakim dalam Mustadrak-nya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).


Diam

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaf: 18).

”Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya” (Al Isra’ ayat 36)

Dari Abu Hurairah R.A, sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetamunya".
(Riwayat Bukhari)

Sahl bin Sa’id berkata Rasulullah bersabda:“ Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga”
(Riwayat Bukhari)
Baginda turut bersabda, "Tiap-tiap ucapan anak Adam menjadi tanggung jawabnya, kecuali menyebut nama Allah, menyuruh berbuat makruf dan mencegah kemungkaran"
[Sunan Ibnu Majah].

 Rasulullah S.A.W bersabda, "Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya"
[Sunan Abi Daud].

Rasulullah S.A.W bersabda, "Di antara kebaikan Islam seseorang itu iaitu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya".
[Sunan Tirmizi]

‘Rasulullah S.A.W pernah menasihati Abu Zar R.A, "Hendaknya engkau lebih baik diam, sebab diam itu menyingkirkan syaitan dan penolong bagimu dalam urusan agamamu".
[Musnad Imam Ahmad]

"Barangsiapa yang banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yang banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yang banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya".
[Riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Auliya']

Manakala nasihat Amirul Mukminin Umar bin Khattab berbunyi :
*       "Barangsiapa yang banyak ketawa, maka akan sedikit sekali wibawanya"
*       "Barangsiapa yang suka senda gurau, maka dia akan dianggap remeh"
*       "Barangsiapa yang bersikap melampau (berlebih-lebih), maka akan jatuh jati dirinya"
*       "Barangsiapa yang banyak cakap, maka dia akan banyak salah"
*       "Barangsiapa yang banyak salah, maka akan hilang rasa malunya"
*       "Barangsiapa yang hilang rasa malunya, maka kurang sikap wara'-nya (sikap berhati-hati dari perkara dosa)"
*       "Barangsiapa yang sedikit rasa berhati-hati dari perkara dosa, maka akan mati hatinya" [Hilyatul Auliya']

”Org yg bijak ialah org yg berfikir dua kali sebelum berbicara sekali”                                      
( Imam Syafie rhm dan Haji Bektassy Wali)

Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya
Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 45,
“Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan”.

Beliau berkata pula di hal. 47,
“Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu menguasai perkataan-perkataannya.

Beliau menambahkan di hal. 49,
“Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam. Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya. Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap agamanya”.
Sebahagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara”.

Wallahua'lam

Dipetik dari kumpulan artikel Muhammad Abd Majid




Comments

Popular posts from this blog

Bicara dari Nukilan (Minda DrMAZA) - Versi Mahasiswa USM

Tarikh ini adalah sebuah permulaan untukku..

Mengapa Melayu takut salib?